PERBEDAAN TEORI HARUN YAHAYA dan Charles DARWIN
1.
Teori
Charles Darwin
Bumi menempati bagian yang
sangat kecil dari alam nan luas ini, dan iapun didesain sempurna dengan
keseimbangan yang sangat kompleks dan rumit. Atmosfer didalamnya memungkinkan
terjadinya kehidupan daripada bagian tata surya lainnya. Air menjadi salah satu
unsur utama kehidupan dalam bumi. Planet kecil ini adalah rumah yang sangat
kompleks dan beraneka ragam bagi bagian
didalamnya. Tapi bagaimanakah sistem kehidupan ini berawal ? Teori evolusi yang
dikembangkan di abad ke-19 menolak fakta penciptaan ini, teori ini menyatakan
bahwa psesies di bumi bukan
diciptakan tapi muncul menjadi ada
akibat proses yang dikendalikan penuh
oleh peristiwa secara kebetulan. Pencetusnya adalah ilmuwan bernama Charles
Darwin (1809-1882). Darwin memaparkan
teorinya dalam buknya dalam buku the origin of species. Menurutnya manusia
sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut
secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan.
Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini
merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak)
selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.
Darwin berasumsi bahwa makhluk hidup yang ada
sekarang berasal dari hal yang sama, yaitu makhluk bersel satu. Setelah
mengalami berbagai variasi kecil dan bertahap, ia berevolusi menjadi makhluk
yang lebih kompleks, hingga menjadi seperti makhluk yang ada saat ini. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang
beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan
sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan
ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang
sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. Menurut Darwin, manusia adalah
hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan proses ini “evolusi melalui seleksi alam”. Ia
mengira telah menemukan “asal usul spesies”: suatu spesies berasal dari spesies
lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul “The
Origin of Species, By Means of Natural Selection” pada tahun 1859.
Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan oleh para
ahli biologi evolusionis sebelumnya, terutama seorang ahli biologi Perancis,
Lamarck. Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yang mereka
dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga
terjadilah evolusi. Sebagai contoh, jerapah berevolusi dari binatang yang
menyerupai antelop. Perubahan itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka
sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan
yang lebih tinggi untuk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis
Lamarck tentang “pewarisan sifat-sifat yang diperoleh” sebagai faktor yang
menyebabkan makhluk hidup berevolusi.
Dalam teorinya, Darwin tidak pernah merujuk kepada asal usul kehidupan.
Pemahaman sains pada masa Darwin masih beranggapan bahwa makhluk hidup
mempunyai struktur yang sangat sederhana sehingga pembentukan sebuah sel hidup
dari bahan tak hidup sangat mungkin terjadi. Pada saat Darwin menyusun
teorinya, teori abiogenesis atau generatio spontanea masih dianut oleh dunia
ilmu pengetahuan pada waktu itu, dan merupakan landasan bagi teori evolusi.
Teori abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
Namun kemudian., teori ini dipatahkan oleh teori biogenesis. Teori
biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Pendukung
teori ini adalah Fransisco Redi, Lazzaro Spallazani, dan Louis Pasteur.
Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam
berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk
hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap
dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya
makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian,
makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak
bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke
daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan
seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari
reptil.
Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari
invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang
dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di
air, seperti katak).
Salah satu kejadian yang sangat sulit dijelaskan dengan peristiwa kebetulan adalah terbentukya protein yang merupakan salah satu penyusun sel hidup. Asam nukleat atau DNA hanya dapat bereplikasi dengan bantuan sejumlah protein tertentu (enzim). Namun, sintesis enzim hanya dapat terjadi dengan adanya informasi yang tersimpan dalam DNA. Karena saling bergantung, keduanya harus ada pada saat yang bersamaan untuk mengadakan replikasi.
Salah satu kejadian yang sangat sulit dijelaskan dengan peristiwa kebetulan adalah terbentukya protein yang merupakan salah satu penyusun sel hidup. Asam nukleat atau DNA hanya dapat bereplikasi dengan bantuan sejumlah protein tertentu (enzim). Namun, sintesis enzim hanya dapat terjadi dengan adanya informasi yang tersimpan dalam DNA. Karena saling bergantung, keduanya harus ada pada saat yang bersamaan untuk mengadakan replikasi.
. Berikut adalah
fosil-fosil yang diduga sebagai mata rantai yang hilang:.
- Manusia Piltdown: hasil
rekayasa rekonstruksi yang menggabungkan sebuah rahang kera dengan
tengkorak manusia, kemudian diberi warna yang sama.
- Manusia Jawa: para ahli
modern menolak istilah ini. Mereka meyakini bahwa yang terjadi sebenarnya
hanyalah seorang manusia dan kera ditemukan di tempat yang sama.
Fosil-fosil keduanya kemudian direkontruksi menjadi “manusia Jawa purba”
yang dipercaya menjadi mata rantai dari binatang ke manusia.
- Manusia Peking:
alat-alat dan tulang-tulang manusia ditemukan di dekat kera-kera yang
otaknya dimakan manusia (orang di daerah tersebut memang memiliki
kebiasaan memakan otak kera).
- Lucy: ia diklasifikasi
ulang sebagai salah satu jenis kera yang sudah punah.
- Ramapithecus: sebuah
rahang dan geligi-geligi yang akhirnya dinyatakan bukan berasal dari
manusia, melainkan dari orang utan.
Perkembangan
teori Darwin ini memunculkan kedudukan manusia kepada nilai evolusi yang
berbeda-beda. Kelompok manusia dinilai dalam evolusi yang lebih sempurna
dibandingkan kelompok manusia yang lain. Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini
dalam bukunya pada bab "Difficulties of the Theory".
Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit
makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep
kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini
akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru; tetapi bagaimanapun ia tetap
mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan
tersebut.
Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun
1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis
menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar
biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena hukum-hukum genetika yang
ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok
ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan
keluar. Mereka berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological
Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins
dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley,
ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli
genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewall Right, setelah pembicaraan
panjang akhirnya menyetujui cara-cara untuk “menambal sulam” Darwainisme.
2. Teori Harun Yahya
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai
akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi
alamiah. Teori ini bukanlah hukum ilmiah maupun fakta yang sudah terbukti. Di
balik topeng ilmiahnya, teori ini adalah pandangan hidup materialis yang
dijejalkan ke dalam masyarakat oleh kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini - yang
telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah di segala bidang - adalah cara-cara
mempengaruhi dan propaganda, yang terdiri atas tipuan, kepalsuan, kontradiksi,
kecurangan, dan ilusi permainan sulap.
Harun Yahya
berpendapat bahwa makhluk hidup bukan terbentuk melalui proses evolusi dimana
makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi.
Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan
munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama
dengan sempurna.
Teori evolusi menurut Harun Yahya hakikatnya adalah
perang terhadap kepercayaan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta .Jika
Darwin berkata bahwa makhluk hidup, termasuk manusia adalah hasil evolusi yang
berasal dari makhluk bersel satu, dengan sendirinya ia menafikan kepercayaan
bahwa manusia sebenarnya adalah ciptaan Tuhan yang disempurnakan sendiri oleh-Nya.
Secara ilmiah, bukti tentang makhluk hidup bersel satu yang sedang
berevolusi menjadi makhluk hidup lain yang lebih kompleks (seharusnya sampai
saat ini pun makhluk itu harus terus berevolusi), tidak pernah ditemukan. Dalam
buku "Runtuhnya TeoriEvolusi", Harun Yahya mengupas
habis segala kelemahan teori Darwin tersebut.
Sebuah tengkorak "Manusia
Piltdown" yang diklaim sebagai bentuk peralihan dari monyet
kemanusia oleh pendukung teori evolusi, ternyata setelah melalui "uji
fluorin" diketahui umurnya baru beberapa ratus tahun saja. Dan yang
mengejutkan, terungkap bahwa tengkorak itu rekayasa tengkorak manusia yang
dipadukan dengan rahang tengkorak monyet. Sebuah
penipuan untuk mendukung teori sesat.
Bumi yang kita tinggali
adalah sebuah keajaiban penciptaan dari penjelasan Harun Yahya dalam video
dokumenternya. Keteraturan dan keseimbangan antara alam dan kehidupan yang ada
pada manusia, hewan, dan tumbuhan adalalah sebuah keajaiban.
Harun Yahya yang concern
mengadakan penelitian dan menulis buku-buku keislaman jelas merasa keberatan
dengan evolusi Darwin. Dengan teorinya yang secara khusus membantah teori
Darwin yang fenomenal sekaligus kontroversial itu, Harun Yahya banyak
menyebutkan dan mengalirkan data-data yang menggugurkan teori evolusi yang
telah banyak disembah banyak orang. Dari beragam bukti ilmiah yang ditemukan
para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa mahkluk hidup terbentuk
melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka
bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara
nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara
serentak dan bersama-sama dengan sempurna. Misalnya reptil, dari awal
kemunculan memiliki bentuk sebagaimana reptil yang ada saat ini, tidak merupakan
evolusi dari bentuknya semula sebgai bukan reptil. Tak ada satu pun bukti bahwa
satu spesies dapat melakukan perubahan menjadi spesies lainnya. Seperti telah
kita lihat, data fosil menunjukkan bahwa semua spesies makhluk hidup muncul
secara tiba-tiba tanpa nenek moyang. Fakta ini, selain menghancurkan teori
evolusi (yang menyatakan kehidupan muncul berdasarkan peristiwa kebetulan),
juga menunjukkan ketidakabsahan pendapat bahwa Tuhan menciptakan makhluk hidup,
dan kemudian makhluk tersebut berubah melalui proses.Tuhan menciptakan makhluk
hidup secara supernatural, melalui satu perintah "Jadilah!" Ilmu
pengetahuan modern menegaskan fakta ini, dan membuktikan bahwa makhluk hidup
muncul secara tiba-tiba di Bumi.
Semua makhluk hidup di
planet ini telah diciptakan menurut paparan kode yang ditulis dalam bahasa yang
sama ini. Tidak ada bakteri, tumbuhan ataupun hewan yang tercipta tanpa DNA.
Terlihat jelas bahwa seluruh kehidupan muncul sebagai hasil berbagai pemaparan
yang menggunakan satu bahasa, dan berasal dari sumber pengetahuan yang sama.
Hal ini menjadikan teori
evolusi sama sekali tak berarti. Sebabnya adalah, dasar teori evolusi adalah
"kebetulan", sedangkan peristiwa kebetulan tidak mampu menciptakan
informasi. Jika suatu hari ditemukan sebuah ramuan obat yang sanggup melawan
kanker tertulis di sehelai kertas, umat manusia akan bergabung untuk mencari
tahu siapa ilmuwan yang terkait, serta bahkan memberikan penghargaan kepadanya.
Pernyataan yang mengatakan
bahwa DNA - beserta semua informasi di dalamnya - tercipta secara kebetulan,
atau terjadi karena sebab-sebab alamiah, adalah cermin ketidakpahaman atas
permasalahan yang ada atau keyakinan buta materialis. Gagasan yang mengatakan
bahwa sebuah molekul seperti DNA - beserta kandungan informasinya yang
menakjubkan dan strukturnya yang kompleks - dapat dihasilkan secara kebetulan,
tidak pantas dianggap serius. Tidaklah mengherankan, para evolusionis berusaha
memberi penjelasan dangkal perihal sumber kehidupan, seperti juga berbagai
perihal lainnya, dengan menjabarkannya sebagai "rahasia yang belum
terpecahkan".
Salah satu
tipuan penting dari teori evolusi adalah pernyataan yang berkaitan dengan organ
vestigial (organ persisaan). Evolusionis menyatakan bahwa terdapat sejumlah
organ dalam makhluk hidup yang kehilangan fungsinya seiring dengan waktu, dan
kemudian lenyap. Naskah terbitan kaum evolusionis di awal abad ke-20 menyatakan
bahwa tubuh manusia memiliki sekitar seratus buah organ yang sudah tidak
berguna lagi. Di antaranya adalah usus buntu, tulang ekor, amandel, kelenjar
pineal, telinga bagian luar, kelenjar timus, dan geraham bungsu. Akan tetapi,
ilmu kedokteran telah mencapai kemajuan pesat dalam beberapa dasawarsa setelah
itu. Akibatnya, tampaklah bahwa gagasan organ vestigial hanyalah takhayul. Salah
satu yang paling menonjol adalah geraham bungsu. Dalam naskah evolusionis masih
tercantum anggapan bahwa gigi ini adalah bagian tubuh manusia yang telah
kehilangan semua fungsinya. Sebagai buktinya, kaum evolusionis menyatakan bahwa
gigi-gigi geraham bungsu ini memunculkan masalah pada sebagian besar orang, dan
proses mengunyah tidak terganggu ketika gigi-gigi tersebut dicabut.
Kaum evolusionis, yang berpendapat bahwa dinosaurus berubah menjadi burung,
haruslah mampu memperoleh buktinya dalam catatan fosil. Jika dinosaurus memang
berubah menjadi burung, harus terdapat makhluk setengah burung-setengah
dinosaurus yang hidup di masa lampau, serta meninggalkan jejaknya dalam catatan
fosil. Sudah bertahun-tahun lamanya, para evolusionis menyatakan bahwa seekor
burung yang disebut "Archaeopteryx" merupakan bukti transisi
tersebut. Akan tetapi pernyataan ini tak lain adalah sebuah penipuan besar.
Evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai "nenek
moyang hewan-hewan darat". Namun, perkembangan ilmu pengetahuan
meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini,sampai sekitar 70
tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk
peralihan antara ikan dan hewan darat. Pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan
yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili
coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah
70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi,
penemuan ikan coelacanth "hidup" ini memberikan pukulan hebat bagi
para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia
tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih
hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals,
New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120).
3. Pendapat
Teori evolusi Darwin sebenarnya tidak layak disebut sebagai “teori”, karena pandangan ini belum
terbukti secara ilmiah. Paham ini lebih tepat disebut sebagai sebuah hipotesa
(dugaan ilmiah yang masih memerlukan pembuktian). Lebih jauh daripada itu,
hukum alamiah dan penemuan modern ilmu pengetahuan justru bertentangan dengan
paham evolusi. Tidak heran, sebagian besar pakar ilmu pengetahuan yang ateis
(tidak percaya adanya Tuhan) sekarang bahkan mencari solusi lain untuk
menjelaskan misteri keberadaan manusia.
Sedangkan dalam teori Harun
Yahya, beragam bukti ilmiah yang di temukan para ilmuwan tak ada indikasi yang
menyeret bahwa makhluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk
hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya,
by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies
makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna.
Saya sependapat dengan teori Harun Yahya yang membantah teori evolusi dalam bukunya yang berjudul “Keruntuhan Teori
Evolusi”. Dia mengemukakan bahwasanya fakta paling menarik dan penting yang
menggugurkan landasan utama silsilah imajiner teori evolusi ini adalah sejarah
manusia modern, yang ternyata cukup tua.
Kera merupakan hewan dan merupakan makhluk tersendiri. Hewan tidak berakal.
Sedangkan manusia juga merupakan makhluk sendiri dan manusia diberi akal oleh
Sang Pencipta. Mana mungkin manusia berasal dari kera. Kalau manusia berasal
dari kera, berarti nenek moyang manusia adalah hewan kera. Ini sangat tidak
masuk akal dan bertentangan sekali dengan keterangan-keterangan dalam
kitab-kitab Allah (Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur’an).
4. Kesimpulan
Keseluruhannya melalui teori
evolusi, Darwin membuat kesimpulan bahwa dia tidak pernah mengenal teori mutasi
yang memungkinkan adanya perubahan mengejut pada keturunan. Beliau hanya
percaya hanya alam sekitar sahaja yang boleh menimbulkan modifikasi yang
disampaikan oleh plasma darah. Dari sifat analogi hewan dan tumbuhan Darwin
juga yakin bahawa organisma hidup itu berasal dari satu moyang. Ini telah
diperkuatkan oleh penemuan beliau sendiri bahawa haiwan berasal dari proses
yang serupa dan mempunyai keserupaan bentuk.
Harun Yahya menyimpulkan bahwa makhluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna.
Harun Yahya menyimpulkan bahwa makhluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna.

"Manusia Jawa: para ahli modern menolak istilah ini. Mereka meyakini bahwa yang terjadi sebenarnya hanyalah seorang manusia dan kera ditemukan di tempat yang sama. Fosil-fosil keduanya kemudian direkontruksi menjadi “manusia Jawa purba” yang dipercaya menjadi mata rantai dari binatang ke manusia" ini kata siapa dan sumbernya darimana mba?? Pichantropus erectus Itu bukan hanya ditemukan oleh Dubois, tetapi juga oleh Arkeolog Indonesia.
BalasHapus2. justru teori Mutasi Gregor Mandel malah menguatkan Teori evolusi, Banyak yang salah sangka bahwa teori evolusi berjalan secara lambat dan membutuhkan bentuk yang tidak sempurna ke bentuk yang sempurna, anggapan ini salah. karena Teori evolusi hakikinya adalah Adabtasi hewan(makhluk hidup) lingkungan, dimana kemudian dari seleksi alam tersebut membuat makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. prubahan makhluk hidup tidak berjalan secara Instan tetapi terjadi perubahan di tingkat gen, DNA yang menyebabkan perubahan Organ.
Buku Origin of Species Tidak membahas perubahan Manusia dari kera(bukan monyet). dalam buku ini beliau(darwin) menekankan proses mekanisme alamiah yang membuat makhluk hidup harus beradabtasi. jadi HAKIKATNYA kita(manusia) saat ini masih terus berevolusi dan bertahan hidup menyesuaikan dengan situasi kondisi.
teori Harun Yahya tidak Ilmiah, Jika suatu proses kejadian terjadi secara tiba-tiba, adakah SAAT ini suatu benda dan makhluk yang muncul tiba-tiba? bagaimana munculnya seekor gajah? apa turun dari langit? semua hukum disemesta menganut sistim kausalitas, sebab akibat. Harun Yahya mengabaikan ini, padahal kausalitas juga Hukum Tuhan. Jika sesuatu timbul secara tiba-tiba, maka buat apa ada Ilmu pengetahuan? buat apa ada ilmu Tehnik? toh semuanya bisa secara "TIba-TIBA" buat apa bekerja? buat apa capek-capek neliti dan belajar, toh semua hadir tiba-tiba. jika semua hal terjadi secara "tiba tiba" maka tak ada korelasi atau hubungan masa kini dengan masa lampau, masa depan dengan masa kini. Harun Yahya telah membawa Teologi JABARIYAh yaitu keabsolutan Tuhan dalam sains. menolak hukum kausalitas dan daya upaya manusia. jelas teori harun yahya TIDAK ILMIAH.
dalam Al-Quran, Manusia diciptakan dengan "kun" saja, dalam Alquran dan As-Sunnah diceritakan manusia tercipta dari Tanah dan air, ini berarti ada proses-proses perubahan dari tanah bertransformasi menjadi manusia. ARTINYA Tuhan TIDAK menciptakan manusia secara tiba-tiba... tapi dengan proses....