PERBEDAAN TEORI HARUN YAHAYA dan Charles DARWIN



1.      Teori  Charles Darwin
Bumi menempati bagian yang sangat kecil dari alam nan luas ini, dan iapun didesain sempurna dengan keseimbangan yang sangat kompleks dan rumit. Atmosfer didalamnya memungkinkan terjadinya kehidupan daripada bagian tata surya lainnya. Air menjadi salah satu unsur utama kehidupan dalam bumi. Planet kecil ini adalah rumah yang sangat kompleks  dan beraneka ragam bagi bagian didalamnya. Tapi bagaimanakah sistem kehidupan ini berawal ? Teori evolusi yang dikembangkan di abad ke-19 menolak fakta penciptaan ini, teori ini menyatakan bahwa psesies di bumi  bukan diciptakan  tapi muncul menjadi ada akibat proses yang dikendalikan  penuh oleh peristiwa secara kebetulan. Pencetusnya adalah ilmuwan bernama Charles Darwin (1809-1882).  Darwin memaparkan teorinya dalam buknya dalam buku the origin of species. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.
Darwin berasumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari hal yang sama, yaitu makhluk bersel satu. Setelah mengalami berbagai variasi kecil dan bertahap, ia berevolusi menjadi makhluk yang lebih kompleks, hingga menjadi seperti makhluk yang ada saat ini. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan proses ini “evolusi melalui seleksi alam”. Ia mengira telah menemukan “asal usul spesies”: suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Species, By Means of Natural Selection” pada tahun 1859.
Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan oleh para ahli biologi evolusionis sebelumnya, terutama seorang ahli biologi Perancis, Lamarck. Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yang mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh, jerapah berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yang lebih tinggi untuk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang “pewarisan sifat-sifat yang diperoleh” sebagai faktor yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi.
Dalam teorinya, Darwin tidak pernah merujuk kepada asal usul kehidupan. Pemahaman sains pada masa Darwin masih beranggapan bahwa makhluk hidup mempunyai struktur yang sangat sederhana sehingga pembentukan sebuah sel hidup dari bahan tak hidup sangat mungkin terjadi. Pada saat Darwin menyusun teorinya, teori abiogenesis atau generatio spontanea masih dianut oleh dunia ilmu pengetahuan pada waktu itu, dan merupakan landasan bagi teori evolusi. Teori abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
Namun kemudian., teori ini dipatahkan oleh teori biogenesis. Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Pendukung teori ini adalah Fransisco Redi, Lazzaro Spallazani, dan Louis Pasteur.
Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.
Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak).
            Salah satu kejadian yang sangat sulit dijelaskan dengan peristiwa kebetulan adalah terbentukya protein yang merupakan salah satu penyusun sel hidup. Asam nukleat atau DNA hanya dapat bereplikasi dengan bantuan sejumlah protein tertentu (enzim). Namun, sintesis enzim hanya dapat terjadi dengan adanya informasi yang tersimpan dalam DNA. Karena saling bergantung, keduanya harus ada pada saat yang bersamaan untuk mengadakan replikasi.
. Berikut adalah fosil-fosil yang diduga sebagai mata rantai yang hilang:.
  1. Manusia Piltdown: hasil rekayasa rekonstruksi yang menggabungkan sebuah rahang kera dengan tengkorak manusia, kemudian diberi warna yang sama.
  2. Manusia Jawa: para ahli modern menolak istilah ini. Mereka meyakini bahwa yang terjadi sebenarnya hanyalah seorang manusia dan kera ditemukan di tempat yang sama. Fosil-fosil keduanya kemudian direkontruksi menjadi “manusia Jawa purba” yang dipercaya menjadi mata rantai dari binatang ke manusia.
  3. Manusia Peking: alat-alat dan tulang-tulang manusia ditemukan di dekat kera-kera yang otaknya dimakan manusia (orang di daerah tersebut memang memiliki kebiasaan memakan otak kera).
  4. Lucy: ia diklasifikasi ulang sebagai salah satu jenis kera yang sudah punah.
  5. Ramapithecus: sebuah rahang dan geligi-geligi yang akhirnya dinyatakan bukan berasal dari manusia, melainkan dari orang utan.
Perkembangan teori Darwin ini memunculkan kedudukan manusia kepada nilai evolusi yang berbeda-beda. Kelompok manusia dinilai dalam evolusi yang lebih sempurna dibandingkan kelompok manusia yang lain. Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab "Difficulties of the Theory". Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut.
Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin. Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara untuk “menambal sulam” Darwainisme.
2.    Teori Harun Yahya
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Teori ini bukanlah hukum ilmiah maupun fakta yang sudah terbukti. Di balik topeng ilmiahnya, teori ini adalah pandangan hidup materialis yang dijejalkan ke dalam masyarakat oleh kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini - yang telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah di segala bidang - adalah cara-cara mempengaruhi dan propaganda, yang terdiri atas tipuan, kepalsuan, kontradiksi, kecurangan, dan ilusi permainan sulap.
Harun Yahya berpendapat bahwa makhluk hidup bukan terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna.
Teori evolusi menurut  Harun Yahya  hakikatnya adalah perang terhadap kepercayaan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta .Jika Darwin berkata bahwa makhluk hidup, termasuk manusia adalah hasil evolusi yang berasal dari makhluk bersel satu, dengan sendirinya ia menafikan kepercayaan bahwa manusia sebenarnya adalah ciptaan Tuhan yang disempurnakan sendiri oleh-Nya.
Secara ilmiah, bukti tentang makhluk hidup bersel satu yang sedang berevolusi menjadi makhluk hidup lain yang lebih kompleks (seharusnya sampai saat ini pun makhluk itu harus terus berevolusi), tidak pernah ditemukan. Dalam buku "Runtuhnya TeoriEvolusi", Harun Yahya mengupas habis segala kelemahan teori Darwin tersebut.
Sebuah tengkorak "Manusia Piltdown" yang diklaim sebagai bentuk peralihan dari monyet kemanusia oleh pendukung teori evolusi, ternyata setelah melalui "uji fluorin" diketahui umurnya baru beberapa ratus tahun saja. Dan yang mengejutkan, terungkap bahwa tengkorak itu rekayasa tengkorak manusia yang dipadukan dengan rahang tengkorak  monyet. Sebuah penipuan untuk mendukung teori sesat.
Bumi yang kita tinggali adalah sebuah keajaiban penciptaan dari penjelasan Harun Yahya dalam video dokumenternya. Keteraturan dan keseimbangan antara alam dan kehidupan yang ada pada manusia, hewan, dan tumbuhan adalalah sebuah keajaiban.
Harun Yahya yang concern mengadakan penelitian dan menulis buku-buku keislaman jelas merasa keberatan dengan evolusi Darwin. Dengan teorinya yang secara khusus membantah teori Darwin yang fenomenal sekaligus kontroversial itu, Harun Yahya banyak menyebutkan dan mengalirkan data-data yang menggugurkan teori evolusi yang telah banyak disembah banyak orang. Dari beragam bukti ilmiah yang ditemukan para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa mahkluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna. Misalnya reptil, dari awal kemunculan memiliki bentuk sebagaimana reptil yang ada saat ini, tidak merupakan evolusi dari bentuknya semula sebgai bukan reptil. Tak ada satu pun bukti bahwa satu spesies dapat melakukan perubahan menjadi spesies lainnya. Seperti telah kita lihat, data fosil menunjukkan bahwa semua spesies makhluk hidup muncul secara tiba-tiba tanpa nenek moyang. Fakta ini, selain menghancurkan teori evolusi (yang menyatakan kehidupan muncul berdasarkan peristiwa kebetulan), juga menunjukkan ketidakabsahan pendapat bahwa Tuhan menciptakan makhluk hidup, dan kemudian makhluk tersebut berubah melalui proses.Tuhan menciptakan makhluk hidup secara supernatural, melalui satu perintah "Jadilah!" Ilmu pengetahuan modern menegaskan fakta ini, dan membuktikan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba di Bumi.
Semua makhluk hidup di planet ini telah diciptakan menurut paparan kode yang ditulis dalam bahasa yang sama ini. Tidak ada bakteri, tumbuhan ataupun hewan yang tercipta tanpa DNA. Terlihat jelas bahwa seluruh kehidupan muncul sebagai hasil berbagai pemaparan yang menggunakan satu bahasa, dan berasal dari sumber pengetahuan yang sama.
Hal ini menjadikan teori evolusi sama sekali tak berarti. Sebabnya adalah, dasar teori evolusi adalah "kebetulan", sedangkan peristiwa kebetulan tidak mampu menciptakan informasi. Jika suatu hari ditemukan sebuah ramuan obat yang sanggup melawan kanker tertulis di sehelai kertas, umat manusia akan bergabung untuk mencari tahu siapa ilmuwan yang terkait, serta bahkan memberikan penghargaan kepadanya.
Pernyataan yang mengatakan bahwa DNA - beserta semua informasi di dalamnya - tercipta secara kebetulan, atau terjadi karena sebab-sebab alamiah, adalah cermin ketidakpahaman atas permasalahan yang ada atau keyakinan buta materialis. Gagasan yang mengatakan bahwa sebuah molekul seperti DNA - beserta kandungan informasinya yang menakjubkan dan strukturnya yang kompleks - dapat dihasilkan secara kebetulan, tidak pantas dianggap serius. Tidaklah mengherankan, para evolusionis berusaha memberi penjelasan dangkal perihal sumber kehidupan, seperti juga berbagai perihal lainnya, dengan menjabarkannya sebagai "rahasia yang belum terpecahkan".
Salah satu tipuan penting dari teori evolusi adalah pernyataan yang berkaitan dengan organ vestigial (organ persisaan). Evolusionis menyatakan bahwa terdapat sejumlah organ dalam makhluk hidup yang kehilangan fungsinya seiring dengan waktu, dan kemudian lenyap. Naskah terbitan kaum evolusionis di awal abad ke-20 menyatakan bahwa tubuh manusia memiliki sekitar seratus buah organ yang sudah tidak berguna lagi. Di antaranya adalah usus buntu, tulang ekor, amandel, kelenjar pineal, telinga bagian luar, kelenjar timus, dan geraham bungsu. Akan tetapi, ilmu kedokteran telah mencapai kemajuan pesat dalam beberapa dasawarsa setelah itu. Akibatnya, tampaklah bahwa gagasan organ vestigial hanyalah takhayul. Salah satu yang paling menonjol adalah geraham bungsu. Dalam naskah evolusionis masih tercantum anggapan bahwa gigi ini adalah bagian tubuh manusia yang telah kehilangan semua fungsinya. Sebagai buktinya, kaum evolusionis menyatakan bahwa gigi-gigi geraham bungsu ini memunculkan masalah pada sebagian besar orang, dan proses mengunyah tidak terganggu ketika gigi-gigi tersebut dicabut.
Kaum evolusionis, yang berpendapat bahwa dinosaurus berubah menjadi burung, haruslah mampu memperoleh buktinya dalam catatan fosil. Jika dinosaurus memang berubah menjadi burung, harus terdapat makhluk setengah burung-setengah dinosaurus yang hidup di masa lampau, serta meninggalkan jejaknya dalam catatan fosil. Sudah bertahun-tahun lamanya, para evolusionis menyatakan bahwa seekor burung yang disebut "Archaeopteryx" merupakan bukti transisi tersebut. Akan tetapi pernyataan ini tak lain adalah sebuah penipuan besar.
Evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai "nenek moyang hewan-hewan darat". Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini,sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan darat. Pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth "hidup" ini memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120).
3.      Pendapat
Teori evolusi Darwin sebenarnya tidak layak disebut sebagai “teori”, karena pandangan ini belum terbukti secara ilmiah. Paham ini lebih tepat disebut sebagai sebuah hipotesa (dugaan ilmiah yang masih memerlukan pembuktian). Lebih jauh daripada itu, hukum alamiah dan penemuan modern ilmu pengetahuan justru bertentangan dengan paham evolusi. Tidak heran, sebagian besar pakar ilmu pengetahuan yang ateis (tidak percaya adanya Tuhan) sekarang bahkan mencari solusi lain untuk menjelaskan misteri keberadaan manusia.
Sedangkan dalam teori Harun Yahya, beragam bukti ilmiah yang di temukan para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa makhluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna.
Saya sependapat dengan teori Harun Yahya yang membantah teori evolusi dalam bukunya yang berjudul “Keruntuhan Teori Evolusi”. Dia mengemukakan bahwasanya fakta paling menarik dan penting yang menggugurkan landasan utama silsilah imajiner teori evolusi ini adalah sejarah manusia modern, yang ternyata cukup tua.
Kera merupakan hewan dan merupakan makhluk tersendiri. Hewan tidak berakal. Sedangkan manusia juga merupakan makhluk sendiri dan manusia diberi akal oleh Sang Pencipta. Mana mungkin manusia berasal dari kera. Kalau manusia berasal dari kera, berarti nenek moyang manusia adalah hewan kera. Ini sangat tidak masuk akal dan bertentangan sekali dengan keterangan-keterangan dalam kitab-kitab Allah (Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur’an).

4.      Kesimpulan
Keseluruhannya melalui teori evolusi, Darwin membuat kesimpulan bahwa dia tidak pernah mengenal teori mutasi yang memungkinkan adanya perubahan mengejut pada keturunan. Beliau hanya percaya hanya alam sekitar sahaja yang boleh menimbulkan modifikasi yang disampaikan oleh plasma darah. Dari sifat analogi hewan dan tumbuhan Darwin juga yakin bahawa organisma hidup itu berasal dari satu moyang. Ini telah diperkuatkan oleh penemuan beliau sendiri bahawa haiwan berasal dari proses yang serupa dan mempunyai keserupaan bentuk.
       Harun Yahya menyimpulkan bahwa makhluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna.






Teori Evolusi










Komentar

  1. "Manusia Jawa: para ahli modern menolak istilah ini. Mereka meyakini bahwa yang terjadi sebenarnya hanyalah seorang manusia dan kera ditemukan di tempat yang sama. Fosil-fosil keduanya kemudian direkontruksi menjadi “manusia Jawa purba” yang dipercaya menjadi mata rantai dari binatang ke manusia" ini kata siapa dan sumbernya darimana mba?? Pichantropus erectus Itu bukan hanya ditemukan oleh Dubois, tetapi juga oleh Arkeolog Indonesia.

    2. justru teori Mutasi Gregor Mandel malah menguatkan Teori evolusi, Banyak yang salah sangka bahwa teori evolusi berjalan secara lambat dan membutuhkan bentuk yang tidak sempurna ke bentuk yang sempurna, anggapan ini salah. karena Teori evolusi hakikinya adalah Adabtasi hewan(makhluk hidup) lingkungan, dimana kemudian dari seleksi alam tersebut membuat makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. prubahan makhluk hidup tidak berjalan secara Instan tetapi terjadi perubahan di tingkat gen, DNA yang menyebabkan perubahan Organ.

    Buku Origin of Species Tidak membahas perubahan Manusia dari kera(bukan monyet). dalam buku ini beliau(darwin) menekankan proses mekanisme alamiah yang membuat makhluk hidup harus beradabtasi. jadi HAKIKATNYA kita(manusia) saat ini masih terus berevolusi dan bertahan hidup menyesuaikan dengan situasi kondisi.

    teori Harun Yahya tidak Ilmiah, Jika suatu proses kejadian terjadi secara tiba-tiba, adakah SAAT ini suatu benda dan makhluk yang muncul tiba-tiba? bagaimana munculnya seekor gajah? apa turun dari langit? semua hukum disemesta menganut sistim kausalitas, sebab akibat. Harun Yahya mengabaikan ini, padahal kausalitas juga Hukum Tuhan. Jika sesuatu timbul secara tiba-tiba, maka buat apa ada Ilmu pengetahuan? buat apa ada ilmu Tehnik? toh semuanya bisa secara "TIba-TIBA" buat apa bekerja? buat apa capek-capek neliti dan belajar, toh semua hadir tiba-tiba. jika semua hal terjadi secara "tiba tiba" maka tak ada korelasi atau hubungan masa kini dengan masa lampau, masa depan dengan masa kini. Harun Yahya telah membawa Teologi JABARIYAh yaitu keabsolutan Tuhan dalam sains. menolak hukum kausalitas dan daya upaya manusia. jelas teori harun yahya TIDAK ILMIAH.

    dalam Al-Quran, Manusia diciptakan dengan "kun" saja, dalam Alquran dan As-Sunnah diceritakan manusia tercipta dari Tanah dan air, ini berarti ada proses-proses perubahan dari tanah bertransformasi menjadi manusia. ARTINYA Tuhan TIDAK menciptakan manusia secara tiba-tiba... tapi dengan proses....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH SASTRA

Teori Persepsi

Serba-serbi Bis part 1